get app
inews
Aa Text
Read Next : Menhan Tinjau Progres Satgas Kuala dalam Normalisasi Muara dan Sungai di Aceh Tamiang

Ditengah Banjir, Nyak Syi Tak Pernah Pergi: Cerita Bupati Pidie Jaya yang Bertahan Bersama Warganya

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:38 WIB
header img
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, atau yang akrab disapa masyarakat Nyak Syi. Foto: Ist

PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id— Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya kering dan trauma warga yang masih membekas, satu sosok terus terlihat hadir tanpa jeda. Dialah Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, atau yang akrab disapa masyarakat Nyak Syi.

Sejak bencana banjir Aceh dan longsor menerjang Pidie Jaya pada 25 November 2025 lalu, Nyak Syi nyaris tak pernah benar-benar meninggalkan lokasi terdampak.

Dari hari pertama hingga berbulan-bulan setelahnya, ia terus bergerak—menyusuri desa, menyapa warga, memastikan bantuan sampai, dan pemulihan berjalan, meski dengan keterbatasan anggaran daerah.

Pidie Jaya bukan daerah dengan keuangan berlebih. Namun keterbatasan itu tak menghentikan tekad Nyak Syi.

Dengan segala upaya, ia berusaha memastikan daerahnya bangkit dan warganya tidak berjalan sendirian menghadapi musibah besar tersebut.

Bahkan, di balik aktivitas tanpa henti itu, ada cerita lain yang jarang terdengar. Beberapa kali, kondisi fisiknya drop.

Nyak Syi harus menerima perawatan medis, bahkan diinfus, karena kelelahan.

Namun setelah itu, ia kembali turun ke lapangan—seolah rasa letih tak punya tempat dalam kamus pengabdiannya.

Tak hanya itu, Nyak Syi juga konsisten mendampingi pemerintah pusat yang datang meninjau lokasi bencana.

Dari awal hingga kini, ia hadir tanpa keluh, meski kritik dan rintangan kerap datang silih berganti. Baginya, yang terpenting adalah memastikan suara dan kondisi warga Pidie Jaya benar-benar terlihat dan terdengar.

Kehadiran Nyak Syi di lapangan perlahan menciptakan kedekatan yang tak dibuat-buat. Anak-anak di lokasi pengungsian kini mengenalnya.

Mereka tak lagi sungkan—menyapa, menggenggam tangan, bahkan menarik sang bupati untuk menunjukkan rumah atau sekolah mereka yang rusak.

Bagi masyarakat dewasa, Nyak Syi dikenal sebagai pemimpin yang mudah ditemui. Siang di bawah terik matahari, malam di sela waktu istirahat, bahkan saat tubuhnya seharusnya beristirahat, ia tetap membuka ruang untuk mendengar keluhan warganya.

Usai turun ke lapangan, malam hari sering ia habiskan di meja rapat. Mengawal data, membahas pemulihan, memastikan setiap keputusan berpihak pada korban bencana.

Ia bahkan mengakui, beberapa kali menerima infus dan obat sambil tetap bekerja—demi memastikan tidak ada warga yang terlewat dari perhatian pemerintah.

Di Pidie Jaya, Nyak Syi bukan sekadar bupati. Ia telah menjelma menjadi bagian dari cerita warga yang bertahan dan bangkit dari bencana.

Di tengah banjir, longsor, dan keterbatasan, ia memilih satu hal: tetap tinggal dan berjuang bersama rakyatnya.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut