get app
inews
Aa Text
Read Next : Polres Pidie Jaya Amankan Kunjungan Mendikdasmen Abdul Mu’ti Revitalisasi Sekolah 2026

Malam Panjang Pelantikan Ribuan P3K Pidie Jaya, Satu Peserta Pingsan di Barisan

Minggu, 08 Februari 2026 | 10:57 WIB
header img
Malam Panjang Pelantikan Ribuan P3K Pidie Jaya, Satu Peserta Pingsan di Barisan.(Foto: iNews/ Jamalpangwa).

PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id — Seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) jatuh pingsan saat prosesi pelantikan massal yang digelar Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu malam (7/2/2026). Peserta tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya menggunakan ambulans milik Dinas Kesehatan setempat.

Peserta itu diketahui bernama Muhammad Ali (48), seorang guru SMP Negeri Tampui, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya. Muhammad Ali tercatat sebagai PPPK paruh waktu.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban tiba-tiba terjatuh saat lagu Himne Aceh dikumandangkan dalam rangkaian prosesi pelantikan.

Petugas medis yang berjaga di lokasi segera memberikan pertolongan pertama sebelum membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pelantikan massal tersebut diikuti oleh 3.310 PPPK Tahap II Formasi 2024. Jumlah ini berkurang satu orang dari total semula 3.311 peserta, menyusul kabar satu calon PPPK dari instansi tenaga kesehatan meninggal dunia sebelum pelantikan.

Selain PPPK, dalam kegiatan yang sama juga dilakukan pengangkatan satu CPNS menjadi PNS, berasal dari formasi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan penempatan tugas di Kabupaten Pidie Jaya.

Prosesi pelantikan terbilang tidak biasa karena dilaksanakan pada malam hari, di depan Gedung MTQ Kompleks Perkantoran Bupati Pidie Jaya, Meureudu.

Acara berlangsung sejak malam hingga larut, dan diakhiri dengan zikir serta doa bersama yang diikuti para PPPK.

Pelantikan dipimpin langsung Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan mengandung tanggung jawab moral, hukum, dan sosial bagi aparatur negara.

“Sumpah dan janji jabatan ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan integritas untuk melayani masyarakat,” tegas Bupati.

Bupati juga mengingatkan bahwa pelantikan berlangsung di tengah situasi pemulihan pascabencana banjir yang masih dirasakan masyarakat Pidie Jaya.

Oleh karena itu, aparatur yang baru dilantik diharapkan mampu menjadi penggerak percepatan pemulihan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap warga terdampak bencana.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut