Ramadhan 2026 Sudah Dekat Yanti Menjerit Memanggil Rumah yang Hilang Ditelan Lumpur Banjir Aceh
Tangisnya pecah, memantul di antara gundukan lumpur yang telah mengeras. Tak satu pun harta benda sempat diselamatkan—perabot rumah tangga, pakaian, hingga sepeda motor—semuanya hilang terseret banjir bandang dan longsor.
Sejak musibah terjadi, Yanti tak pernah lagi bisa kembali untuk tinggal. Ia datang sesekali, bukan untuk menetap, melainkan untuk mengenang.
Permukiman itu kini ditetapkan sebagai zona merah; tak ada aktivitas warga. Yang tersisa hanya sunyi, lumpur, dan bekas-bekas kehidupan yang terhenti.
Menjelang Ramadan, pilu itu kian terasa. Saat umat Muslim bersiap menyambut bulan suci, Yanti justru kehilangan tempat untuk bersujud dan berlindung.
Ia berharap pemerintah segera menghadirkan solusi—hunian yang aman dan layak—agar ia dan para korban lain dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang, meski hidup mereka telah porak-poranda.
Editor : Jamaluddin