get app
inews
Aa Text
Read Next : Tali Sepatu Paskibra Lepas, Wakil Bupati Turun Tangan, Aksinya Viral Ditonton Jutaan Orang

Drama Pimpinan Pidie Jaya Berakhir Damai, Wagub Aceh Turun Tangan: Dari Tegang ke Pelukan

Jum'at, 03 April 2026 | 20:45 WIB
header img
Drama Pimpinan Pidie Jaya Berakhir Damai, Wagub Aceh Turun Tangan: Dari Tegang ke Pelukan.(Foto : Istimewa).

BANDA ACEH, iNewsPortalAceh.id — Drama hubungan antara pimpinan Kabupaten Pidie Jaya akhirnya berakhir manis. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, turun tangan langsung memediasi “ketegangan” antara Sibral Malasyi dan Hasan Basri. Hasilnya? Dari suasana panas, berakhir dengan saling berjabat tangan bahkan berangkulan.

Momen “happy ending” itu terjadi dalam pertemuan yang berlangsung di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh di Banda Aceh pada Kamis malam (2/4/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dengan suasana santai namun serius. Bahkan sebelum diskusi dimulai, para pihak terlebih dahulu menikmati makan malam bersama.

Seolah ingin memastikan, perut kenyang dulu baru masalah dibicarakan. Setelah itu, barulah dimulai sesi pertemuan terbatas antara Wagub Aceh, Bupati, Wakil Bupati, dan sejumlah tokoh masyarakat Pidie Jaya.

Tokoh masyarakat yang ikut hadir di antaranya Ketua MPU Pidie Jaya, Abiya Kuta Krueng, yang turut menjadi saksi proses “rekonsiliasi politik lokal” tersebut.

Proses damai ini rupanya tidak terjadi secara instan. Sejak pagi hari, Fadhlullah sudah melakukan “maraton diplomasi”.

Ia terlebih dahulu bertemu secara terpisah dengan Wakil Bupati Hasan Basri untuk mendengar langsung keluh kesahnya.

Siangnya, giliran Bupati Sibral Malasyi yang datang menemui Wagub untuk menyampaikan sudut pandangnya.

Sore harinya, Wagub kembali menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat Pidie Jaya untuk menyerap aspirasi dan mencari jalan tengah.

Barulah pada malam hari semua pihak dikumpulkan dalam satu ruangan. Setelah dialog yang cukup intens, akhirnya ketegangan mencair.

Momen damai itu ditandai dengan jabat tangan dan pelukan antara Sibral Malasyi dan Hasan Basri, disaksikan langsung oleh Wagub Aceh dan para tokoh masyarakat.

Fadhlullah menyebut langkah mediasi ini dilakukan agar dinamika di pemerintahan daerah tidak berkepanjangan.

Menurutnya, yang paling penting adalah memastikan roda pemerintahan di Pidie Jaya tetap berjalan stabil demi kepentingan masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana pemerintahan kembali solid dan fokus pada pelayanan kepada masyarakat serta pembangunan daerah,” kata Fadhlullah.

Dengan berakhirnya drama kecil di pucuk pimpinan daerah tersebut, diharapkan suasana pemerintahan di Pidie Jaya kembali adem.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut