Viral! Mahasiswa Pidie Jaya Aceh Bawa Nama Indonesia ke Forum Islam Global di Brunei
BANDAR SERI BEGAWAN, iNewsPortalAceh.id — Nama Mj Thabari mendadak jadi perbincangan. Dari sebuah daerah di Pidie Jaya, ia kini menapaki panggung internasional di Brunei Darussalam lewat program pertukaran mahasiswa yang sarat makna: diplomasi akademik Islam.
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu bukan sekadar “kuliah di luar negeri”. Ia membawa identitas, gagasan, dan semangat generasi muda Aceh ke forum global.
Program ini merupakan kerja sama resmi dengan Universiti Islam Sultan Sharif Ali—sebuah langkah strategis yang mempertemukan dua kekuatan pendidikan Islam di Asia Tenggara.
Namun, perjalanan ini bukan hanya soal ruang kelas. Di Brunei, Mj Thabari hidup di tengah dinamika baru: berdiskusi lintas negara, mengikuti seminar internasional, hingga menyelami perbedaan budaya yang membentuk cara pandang baru terhadap Islam dan dunia.
“Ini bukan hanya belajar, tapi bagaimana membangun komunikasi, memahami budaya, dan menjalin silaturahmi global,” ujarnya.
Kisahnya menjadi simbol bahwa anak daerah bisa melampaui batas geografis. Dari Pidie Jaya, ia kini berdiri sebagai bagian dari wajah baru akademisi Muslim—yang tidak hanya kuat dalam ilmu, tetapi juga luwes dalam pergaulan internasional.
Menariknya, Mj Thabari juga dikenal sebagai Ketua Komunitas Mahasiswa Pidie Jaya di Banda Aceh. Perannya tak hanya di kampus, tetapi juga dalam membangun jejaring sosial mahasiswa—yang kini meluas hingga lintas negara.
Program ini sendiri bukan sekadar pertukaran biasa. Ini adalah bagian dari “diplomasi sunyi” yang dilakukan perguruan tinggi Islam—membangun hubungan antarnegara lewat ilmu pengetahuan, nilai moderasi, dan dialog peradaban.
Pihak Fakultas Ushuluddin dan Filsafat menilai, pengalaman seperti ini adalah investasi besar bagi masa depan.
Mahasiswa tidak hanya ditempa secara akademik, tetapi juga secara karakter dan kepemimpinan global.
Di tengah dunia yang semakin terhubung, langkah kecil dari Pidie Jaya ini menjadi pesan besar: generasi muda Islam Indonesia siap tampil di panggung internasional—tanpa kehilangan akar budaya dan nilai keislamannya.
Editor : Jamaluddin