Kabur Saat Ditangkap, Pengedar Sabu di Aceh Timur Tewas Terjatuh ke Lereng Kebun Sawit
BANDA ACEH, iNewsPortalAceh.id — Upaya pengungkapan kasus peredaran narkotika oleh aparat kepolisian di Aceh Timur berujung tragis. Seorang terduga pengedar sabu berinisial MAF (20) meninggal dunia setelah terjatuh ke lereng kebun sawit saat melarikan diri dari kejaran petugas.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh melalui Kabid Humas, Joko Krisdiyanto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat terkait rencana transaksi narkotika jenis sabu di wilayah Aceh Timur.
Menindaklanjuti informasi itu, tim Subdit Ditresnarkoba Polda Aceh melakukan penyelidikan dan penyamaran (undercover buy).
Petugas kemudian berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial MB di halaman meunasah Desa Dama Pulo, Kecamatan Darul Aman, pada Kamis (23/4/2026).
“Dari tangan MB ditemukan dua bungkus besar diduga sabu yang dibungkus plastik bening,” ujar Joko dalam keterangan resminya, Sabtu (25/4/2026).
Dari hasil interogasi awal, MB mengaku memperoleh barang tersebut dari pelaku lain berinisial MM. Ia juga menyebut sebagian sabu telah diserahkan kepada MAF, yang saat itu berada di kebun sawit bersama MM dan dua orang lainnya.
Petugas kemudian bergerak ke lokasi yang dimaksud. Namun saat tiba di perkebunan sawit, empat orang yang diduga terkait kasus tersebut langsung melarikan diri ke arah berbeda.
“Dua pelaku lari ke arah kanan, sedangkan dua lainnya ke arah kiri menuju lereng kebun sawit,” jelas Joko.
Dalam pengejaran, petugas mendapati MM berhenti karena kelelahan. Kepada petugas, MM mengaku rekannya, MAF, terjatuh ke semak di lereng.
Saat dilakukan pencarian, MAF ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan posisi telungkup.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan satu bungkus sabu yang disimpan di dalam celana MAF.
Untuk memastikan penanganan sesuai prosedur, aparat turut menghadirkan kepala desa setempat sebagai saksi.
MAF selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Zubir Mahmud guna mendapatkan penanganan medis.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, MAF dinyatakan meninggal dunia.
Menurut Joko, dugaan sementara korban meninggal akibat terjatuh saat melarikan diri. Meski demikian, kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian.
“Untuk kepastian apakah ada unsur lain, termasuk dugaan penganiayaan, kami masih menunggu hasil autopsi,” tegasnya.
Editor : Jamaluddin