get app
inews
Aa Text
Read Next : Hidden Gem Tapaktuan! Goa Kalam Aceh Selatan, Destinasi Mistis Nan Eksotis di Tengah Kebun Pala

Padi Ciherang Mulai Punya Penantang, Varietas Baru IPB Masuk Aceh

Selasa, 09 Juni 2026 | 08:23 WIB
header img
Padi Ciherang Mulai Punya Penantang, Varietas Baru IPB Masuk Aceh.(Foto: iNews / Jamalpangwa).

PIDIE JAYA, iNewsPortalAceh.id – Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, bersiap menjadi salah satu daerah pengembangan varietas padi generasi baru yang diklaim lebih produktif, tahan kekeringan, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Langkah ini dilakukan di tengah upaya pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi yang sempat merusak ratusan hektare lahan sawah di daerah tersebut.

Komitmen tersebut ditegaskan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dalam kegiatan panen demfarm padi Program Kemandirian Ekonomi Pesantren yang mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Pesantren Ummul Ayman III, Senin (8/6/2026).

Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Muhammad Nur, menyatakan pemerintah daerah menyambut positif introduksi varietas padi unggul baru yang dikembangkan Institut Pertanian Bogor (IPB University).

Menurutnya, varietas tersebut berpeluang dikembangkan pada lahan pertanian yang saat ini sedang dipulihkan setelah terdampak banjir beberapa waktu lalu.

"Hari ini kami juga mulai melakukan penanaman pada lahan yang baru selesai diolah. Jika mendapat dukungan dari IPB dan Kementerian Pertanian, varietas baru ini akan kami coba kembangkan di lahan-lahan pertanian pascabencana hidrometeorologi di Pidie Jaya," ujar Muhammad Nur.

Program yang didukung Bank Indonesia tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui peningkatan produktivitas pertanian.

Koordinator Rumpun Peneliti Padi IPB dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB University, Dr. Ir. Ahmad Junaedi, M.Si., menjelaskan bahwa pihaknya bersama sejumlah pemangku kepentingan di Pidie Jaya dan Bireuen sedang memperkuat produktivitas padi dari sektor hulu melalui penerapan teknologi dan varietas unggul baru.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah varietas IPB 13S dan IPB 15S, yang masuk kategori padi tipe baru atau new plant type rice.

"Keunggulan varietas ini tidak hanya produktivitasnya yang tinggi, tetapi juga lebih hemat penggunaan pupuk dan air serta memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap kekeringan. Karena itu kami menyebutnya sebagai padi yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim," kata Ahmad Junaedi.

Tak hanya membawa benih unggul, IPB juga memperkenalkan teknologi Automatic Weather Station (AWS) yang memungkinkan petani memantau kondisi cuaca secara real time melalui telepon pintar.

Melalui sistem tersebut, petani dapat memperoleh informasi iklim harian hingga prakiraan cuaca beberapa hari ke depan untuk mengantisipasi kekeringan, serangan hama dan penyakit tanaman, maupun cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu produksi.

Menurut Ahmad, Aceh menjadi salah satu wilayah pertama di luar Pulau Jawa yang mendapatkan introduksi varietas tersebut.

Sebelumnya, pengembangan masih terpusat di Jawa dan mulai diperluas ke Sulawesi Selatan. Dalam waktu dekat, varietas yang sama juga akan diperkenalkan di Merauke, Papua Selatan.

Dari sisi produktivitas, varietas IPB 13S memiliki potensi hasil mencapai 11,5 ton gabah per hektare, dengan produktivitas rata-rata sekitar 8 ton per hektare.

Untuk wilayah yang memiliki tingkat kesuburan tinggi seperti sebagian kawasan Pidie Jaya dan Bireuen, produktivitas bahkan diperkirakan dapat menembus 8,5 ton per hektare atau lebih apabila didukung penerapan teknologi budidaya yang tepat.

Keunggulan lainnya terletak pada struktur tanaman. Meski jumlah anakan relatif lebih sedikit dibanding varietas populer seperti Ciherang, hampir seluruh anakan menghasilkan malai produktif dengan jumlah bulir lebih banyak dan bobot gabah yang lebih berat.

Sebagai perbandingan, bobot seribu butir gabah varietas Ciherang sekitar 27,5 gram, sedangkan varietas padi tipe baru IPB mencapai sekitar 29 gram per seribu butir.

IPB juga mendorong pembentukan penangkar benih lokal agar petani Aceh dapat memperoleh akses berkelanjutan terhadap varietas unggul baru tersebut.

Benih sumber akan disiapkan oleh IPB dan diperbanyak oleh penangkar lokal sebelum didistribusikan kepada petani melalui program pemerintah.

Pengembangan varietas baru ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pemulihan produksi pertanian di Pidie Jaya yang baru saja dilanda banjir, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut