get app
inews
Aa Text
Read Next : Bupati Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Penimbun Solar Bersubsidi di Aceh Barat Daya

Abdya Perang Terbuka Lawan Narkoba, Bupati dan BNN Teken MoU ULT P4GN untuk Selamatkan Generasi Muda

Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:13 WIB
header img
Abdya Perang Terbuka Lawan Narkoba, Bupati dan BNN Teken MoU ULT P4GN untuk Selamatkan Generasi Muda.(Dok.iNews / Erdawati).

ACEHBARATDAYA, iNewsPortalAceh.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memperkuat perang melawan narkotika dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) pembentukan Unit Layanan Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (ULT P4GN) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh.

Penandatanganan yang berlangsung di Lobi Kantor Bupati Aceh Barat Daya, Selasa (4/8/2026), dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Barat Daya Safaruddin dan Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Dr. Deddy Tabrani, serta disaksikan Plt Kepala BNN Kota Banda Aceh Kombes Pol. Dhani Catra Nugraha, unsur Forkopimda, dan sejumlah pejabat daerah.

Bupati Safaruddin menegaskan, pembentukan ULT P4GN menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pencegahan dan pemberantasan narkotika yang lebih terintegrasi di Aceh Barat Daya.

Menurutnya, ancaman narkoba telah menjadi persoalan serius yang harus dihadapi secara bersama-sama demi melindungi generasi muda.

"Pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," kata Safaruddin.

Ia mengatakan, selama ini pemerintah daerah terus mendukung berbagai program pemberantasan narkoba melalui koordinasi dengan BNN, termasuk mendorong percepatan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Barat Daya.

Menurut Safaruddin, kehadiran BNNK akan memperkuat upaya pencegahan, rehabilitasi, hingga penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

"MoU ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah. Kami berharap pembentukan BNNK Aceh Barat Daya dapat segera terealisasi sehingga upaya pemberantasan narkoba semakin efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, Safaruddin juga memastikan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya akan kembali menggelar tes urine terhadap aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat pemerintah daerah.

Ia menegaskan, pelaksanaan tes urine dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya agar hasilnya objektif sekaligus menjadi contoh nyata dalam membangun birokrasi yang bersih dari narkoba.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyatakan siap memberikan dukungan anggaran, fasilitas, serta memperluas program edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Dr. Deddy Tabrani mengingatkan bahwa Aceh masih menjadi salah satu wilayah yang rawan dimanfaatkan jaringan narkotika internasional.

Menurutnya, posisi geografis Aceh yang berada di jalur pelayaran internasional menjadikan provinsi tersebut sebagai salah satu pintu masuk utama penyelundupan narkotika ke Indonesia.

"Sekitar 40 persen narkotika jenis sabu yang masuk ke Indonesia melewati Aceh. Bahkan lebih dari 50 persen jaringan bandar yang berhasil diungkap memiliki keterkaitan dengan jaringan asal Aceh," ungkap Deddy.

Ia menjelaskan, pengungkapan jaringan narkotika membutuhkan proses yang panjang dan terukur agar aparat mampu membongkar jaringan hingga ke tingkat bandar, bukan hanya pelaku di lapangan.

Karena itu, Deddy mengajak seluruh masyarakat untuk aktif melaporkan setiap dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika kepada aparat penegak hukum.

Selain penegakan hukum, ia menilai Aceh memiliki modal kuat dalam upaya pencegahan melalui keberadaan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2018 dan berbagai reusam gampong yang mengatur pencegahan, rehabilitasi, hingga pemberian sanksi sosial terhadap penyalahgunaan narkotika.

"Mari kita jaga generasi muda kita. Pencegahan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat," katanya.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut