Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ulama Ajak Masyarakat Aceh Jaga Keharmonisan Selama Pilkada
Advertisement . Scroll to see content

Ulama Pidie Jaya Abiya Kuta Krueng: Masyarakat Aceh Jangan Terpancing Provokasi Tak Jelas

Kamis, 17 September 2026 | 11:04 WIB
  • author Jamalpangwa
Ulama Pidie Jaya Abiya Kuta Krueng: Masyarakat Aceh Jangan Terpancing Provokasi Tak Jelas
Ulama Pidie Jaya Abiya Kuta Krueng: Masyarakat Aceh Jangan Terpancing Provokasi Tak Jelas.(Foto : Istimewa).

PIDIE JAYA, iNewsPortalAceh.id- Ulama kharismatik Aceh Abiya Kuta Krueng, Dr. Tgk. H. Anwar Usman, MM, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk konsisten menjaga perdamaian Aceh.

Harapan tersebut Ia sampaikan di hadapan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie Jaya dalam momentum Apel Kebangsaan Indonesia Damai.

Abiya Kuta Krueng menegaskan bahwa rasa syukur dan kerukunan menjadi kunci utama untuk merawat ketenteraman daerah.

Oleh karena itu, Tgk. H. Anwar Usman meminta masyarakat agar tidak mudah goyah oleh isu-isu provokatif yang sengaja diembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

"Allah SWT telah memberikan kenikmatan luar biasa berupa 21 tahun perdamaian di tanah Aceh ini. Mari kita lestarikan anugerah ini bersama-sama. Saya sangat berharap masyarakat tidak mudah terpancing oleh provokasi yang tidak jelas sumbernya," ujar Abiya Kuta Krueng dengan penuh penekanan.

Ulama Aceh sekaligus Ketua Umum Dewan Eksekutif Asosiasi Ulama Dayah Aceh (PB HUDA), menambahkan bahwa Apel Kebangsaan ini harus menjadi momentum penting untuk memperkuat keutuhan negara.

“Melalui komitmen bersama, masyarakat bisa menikmati kehidupan yang nyaman, aman, serta terhindar dari konflik yang merugikan masa depan daerah maupun generasi muda,” pesan Tgk. H. Anwar Usman.

Jajaran Kodim 0102/Pidie bersama Forkopimda Pidie Jaya menginisiasi Apel Kebangsaan Indonesia Damai ini di halaman Gedung MTQ, Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, pada Senin (14/09/2026) kemarin.

Acara ini bertujuan untuk memperkokoh persatuan, merawat perdamaian Aceh, serta menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Berbagai elemen penting turut menghadiri apel besar ini, mulai dari personel TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga para pelajar.

Acara berlangsung khidmat saat seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh secara serentak.

Ketua KNPI Pidie Jaya, Marhaban, kemudian memimpin pembacaan Deklarasi Damai yang bergema di seluruh lapangan apel. Deklarasi tersebut menegaskan komitmen kuat peserta untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945.

Selain itu, mereka juga berikrar setia untuk menjaga simbol negara, melestarikan Bhinneka Tunggal Ika, serta menolak keras tindakan yang merendahkan lambang Negara Republik Indonesia.

Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E., mengapresiasi tinggi soliditas yang ditunjukkan oleh seluruh pihak.

Ia menyatakan bahwa kebersamaan lintas sektor merupakan fondasi utama untuk membangun daerah. "Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan komponen masyarakat.

Kehadiran seluruh stakeholder, terutama jajaran TNI dan Polri dalam apel ini, membuktikan kebulatan tekad kita untuk membawa Pidie Jaya menjadi daerah yang maju dalam lingkungan yang aman," tutur H. Sibral Malasyi.

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, M.Tr.Han., turut hadir jalannya kegiatan dengan didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos.

Kehadiran pucuk pimpinan TNI ini mempertegas dukungan penuh terhadap kondusivitas keamanan di Provinsi Aceh, khususnya Pidie Jaya.

Usai pelaksanaan apel, Brigjen TNI Ali Imran memastikan bahwa situasi keamanan di wilayah Pidie Jaya berada dalam kondisi yang sangat kondusif.

"Apel kebangsaan ini membuktikan bahwa situasi di Kabupaten Pidie Jaya sangat aman. Masyarakat setempat masih memegang teguh nilai nasionalisme, setia kepada ideologi Pancasila, UUD 1945, serta tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas sang Jenderal Bintang Satu.

Di samping menjaga stabilitas keamanan, hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah Pidie serta Pidie Jaya memang sudah lama terjalin sangat erat.

Personel TNI aktif mendukung program pemerintah daerah sekaligus mempelopori berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sebagai contoh nyata, Brigjen TNI Ali Imran mengingatkan kembali momen kebersamaan saat banjir melanda Pidie Jaya beberapa waktu lalu. Pada masa sulit tersebut, prajurit TNI bahu-membahu bersama warga untuk mengevakuasi korban dan menyalurkan bantuan logistik.

"Hubungan TNI dengan masyarakat sudah teruji di lapangan. Termasuk saat bencana banjir melanda Pidie Jaya, kita bersama-sama bekerja di garis depan. Hingga saat ini, kami masih fokus membantu pemulihan pascabencana," tambahnya.

Pada akhir keterangannya, Danrem 011/Lilawangsa mengajak seluruh elemen Masyarakat mulai dari ulama, tokoh adat, hingga generasi muda untuk tidak lengah dalam menjaga keamanan lingkungan.

Editor: Jamaluddin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut