get app
inews
Aa Text
Read Next : WRI Aceh Genjot KUPS Bireuen Naik Kelas, Siapkan Produk Lokal Tembus Pasar Modern

Mahasiswa KKN Unsam Sulap Hasil Tambak Jadi Nugget, Dorong Ekonomi Warga Aceh Timur Naik Kelas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:47 WIB
header img
Mahasiswa KKN Unsam Sulap Hasil Tambak Jadi Nugget, Dorong Ekonomi Warga Aceh Timur Naik Kelas.(Foto : Istimewa).

ACEH TIMUR, iNewsPortalAceh.id – Hasil tambak selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk mentah. Di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Samudera (Unsam) Kelompok 28, potensi tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah: nugget berbahan udang dan ikan.

Inovasi itu digagas mahasiswa KKN di Desa Matang Guru, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, sebagai upaya mendorong masyarakat tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi mulai masuk ke tahap pengolahan dan pemasaran produk perikanan.

Mayoritas warga Matang Guru menggantungkan penghasilan dari sektor tambak. Selama ini, hasil panen umumnya langsung dijual tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut.

Kondisi tersebut dilihat mahasiswa sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi rumah tangga sekaligus membuka jalan bagi lahirnya produk olahan khas desa.

Melalui program pelatihan, mahasiswa KKN mengajak para ibu rumah tangga mempelajari cara mengolah udang dan ikan menjadi nugget yang praktis dan memiliki nilai jual.

Peserta tidak hanya diperkenalkan pada proses produksi, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai menjaga kualitas produk hingga teknik pengemasan sederhana agar produk lebih menarik ketika dipasarkan.

Dari Hasil Tambak ke Produk UMKM Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama masa KKN.

Nugget udang dan ikan yang dihasilkan ditargetkan menjadi embrio usaha rumahan berbasis potensi perikanan Desa Matang Guru.

Dengan pengolahan tersebut, hasil tambak tidak lagi hanya memiliki nilai sebagai komoditas mentah. Produk yang sama dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi setelah diolah menjadi makanan siap konsumsi.

Mahasiswa KKN Kelompok 28 juga memperluas pendampingan dengan menyasar pelaku UMKM setempat. Mereka membantu mempromosikan sejumlah usaha sekaligus melakukan rebranding melalui pembuatan dan penyaluran banner kepada unit-unit usaha strategis di desa.

Banner dengan tampilan lebih menarik diharapkan membantu meningkatkan visibilitas usaha sekaligus membuat produk dan layanan UMKM lebih mudah dikenali masyarakat.

Dosen Pendamping Lapangan KKN Unsam Kelompok 28, Muhammad Taqdirul Alim, S.E., M.Si., mengapresiasi langkah mahasiswa yang memilih program berbasis potensi lokal.

“Ini contoh nyata bagaimana mahasiswa mampu hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat. Program ini tidak hanya memberi keterampilan, tetapi juga mendorong lahirnya peluang usaha baru berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Geuchik Matang Guru, Mariana, juga menyambut positif program tersebut. Menurutnya, pengolahan hasil tambak menjadi produk siap jual membuka perspektif baru bagi masyarakat.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN Unsam. Program ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam meningkatkan kreativitas dan membuka peluang usaha dari hasil tambak yang selama ini belum diolah secara maksimal,” katanya.

Program KKN tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekonomi desa tidak selalu harus dimulai dengan investasi besar.

Mengubah hasil tambak menjadi produk olahan, memperbaiki kemasan, dan memperkenalkan usaha kepada pasar menjadi langkah sederhana yang berpotensi menciptakan nilai ekonomi baru.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut