Pemkab Pidie Jaya Aceh Percepat Pemulihan Lahan Pertanian Pascabencana Hidrometeorologi
PIDIE JAYA, iNewsPortalAceh.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Aceh, mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan sekaligus membantu petani kembali beraktivitas.
Percepatan pemulihan dilakukan Dinas Pertanian Pidie Jaya dengan mengerahkan sarana dan alat mesin pertanian ke sejumlah lokasi terdampak. Plt Kepala Dinas Pertanian Pidie Jaya, Muhammad Nur, SP, M.Si, memimpin langsung pengerahan tersebut.
Di Gampong Beuringen, Kecamatan Meurah Dua, pengolahan lahan telah dilakukan menggunakan traktor 4 WD yang dilengkapi implement piringan (disc plow).
Sementara itu, sejumlah lahan di Gampong Blang Cut, Buangan, dan Dayah Kruet masih mengalami kerusakan berat sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME, mengapresiasi langkah cepat Dinas Pertanian dalam menangani dampak bencana tersebut.
Dia menegaskan pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus memastikan lahan pertanian masyarakat kembali produktif.
"Rehab-rekon tidak hanya menyangkut pemulihan infrastruktur, tetapi juga bagaimana lahan pertanian masyarakat kembali produktif dan petani dapat kembali bekerja," kata Sibral.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan proses pemulihan berjalan efektif dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dia juga meminta jajaran terkait terus melakukan pendataan dan menentukan skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan lahan.
"Kita ingin penanganan dipercepat agar sektor pertanian segera pulih," ujarnya.
Upaya pengolahan kembali lahan tersebut mendapat respons positif dari para petani. Pemulihan lahan dinilai menjadi harapan bagi masyarakat untuk kembali menggarap sawah dan memulai aktivitas pertanian setelah terdampak bencana.
Pemkab Pidie Jaya berharap dukungan sarana pertanian, pendampingan teknis, serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat. Dengan begitu, lahan terdampak dapat kembali dimanfaatkan secara bertahap.
"Kami ingin petani kembali ke sawah, kembali berproduksi dan kembali memiliki sumber penghidupan," kata Sibral.
Editor : Jamaluddin