Sawah di Pidie Jaya Tertimbun Lumpur akibat Banjir Bandang, 30 Hektare Akan Ditanami Jagung
PIDIE JAYA, iNewsPortalAceh.id - Puluhan hektare sawah di Desa Beringin, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Aceh, rusak parah setelah diterjang banjir bandang. Sawah yang tertimbun lumpur tebal itu kini sementara dimanfaatkan untuk menanam tanaman palawija.
Kondisi tersebut ditinjau langsung oleh tim Monitoring dan Evaluasi Penanganan Pascabencana Hidrometeorologi pada Rabu (2/9/2026). Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi melalui Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya Muhammad Nur turut mendampingi tim di lokasi.
"Untuk sementara lahan yang terdampak dan belum bisa kembali ditanami padi dimanfaatkan untuk tanaman palawija. Ini sambil menunggu proses perbaikan sawah," ujar Muhammad Nur dalam peninjauan tersebut.
Lebih dari 30 hektare lahan di kawasan itu kini mulai digarap kembali. Petani menanam jagung dan sejumlah tanaman palawija lainnya sebagai langkah sementara agar lahan tetap produktif di tengah proses pemulihan pascabencana.
Sebelumnya, sawah tersebut mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang. Material lumpur dalam jumlah besar menutupi lahan sehingga kondisi persawahan belum memungkinkan untuk langsung kembali digunakan sebagai lahan tanaman padi.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama pemerintah pusat dan instansi terkait tengah melakukan pemantauan untuk menentukan kebutuhan penanganan dan rehabilitasi lahan terdampak.
Kunjungan tersebut diikuti jajaran Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), kementerian dan lembaga terkait, Forkopimda, Ketua DPRK Pidie Jaya, Sekda, jajaran SKPK, serta instansi vertikal. Sejumlah unsur Satgas PRR yang hadir antara lain Dr Drs Imran, Kombes Pol Suwinto, dan Laksma TNI Nouldy J Tangka.
Perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN Aceh, BPPKK Aceh, serta BWS Aceh juga ikut dalam peninjauan.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi melalui Plt Kadis Pertanian dan Pangan Pidie Jaya Muhammad Nur mengatakan pemanfaatan lahan untuk palawija menjadi salah satu upaya agar aktivitas pertanian tetap berjalan selama proses rehabilitasi sawah dilakukan.
"Jadi tidak menunggu lahan diperbaiki seluruhnya baru ditanami. Yang memungkinkan digarap sementara kita manfaatkan untuk jagung dan tanaman lainnya," katanya.
Editor: Jamaluddin