10 Hari Perang Lawan Lumpur! Sawah Petani Blang Awe Kembali Hidup,Munawar Dewan Puji Gebrakan Bupati
PIDIE JAYA, iNewsPortalAceh.id – Harapan petani yang sempat terkubur bersama hamparan sawah yang tertimbun lumpur pascabencana kini mulai bangkit.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terus menggenjot rehabilitasi lahan pertanian agar petani kembali menanam padi dan memulihkan sumber penghidupan mereka.
Kerja keras tersebut mendapat apresiasi dari anggota DPRK Pidie Jaya, Munawar, yang juga menjabat Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pidie Jaya. Ia secara khusus mengapresiasi Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Muhammad Nur, S.P., M.Si., yang dinilainya telah bekerja keras mempercepat pemulihan sawah masyarakat terdampak bencana.
Salah satu bukti nyata upaya pemulihan itu terlihat di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu. Lahan persawahan yang sebelumnya tertimbun material lumpur kini kembali dibersihkan dan dipersiapkan untuk ditanami padi.
Munawar mengatakan, rehabilitasi sawah tersebut bukan sekadar membersihkan lahan dari timbunan lumpur, melainkan juga membuka kembali jalan bagi petani untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi pascabencana.
“Saya mengapresiasi kerja keras Bupati Sibral Malasyi dan Plt. Kadis Pertanian dan Pangan yang terus berjuang untuk kepentingan masyarakat, khususnya para petani yang sawahnya mengalami kerusakan parah akibat bencana. Upaya ini sangat berarti bagi masyarakat,” ujar Munawar.
Ia mengungkapkan, dirinya ikut turun langsung mengawasi proses pengerjaan rehabilitasi sawah di lapangan, terutama pada lahan yang berada di dekat tempat tinggalnya di Desa Blang Awe.
Menurutnya, pekerjaan pembersihan dan pengangkatan lumpur di lokasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sepuluh hari.
Hasilnya, lahan yang sebelumnya tidak dapat digarap kini kembali siap digunakan untuk kegiatan pertanian.
“Alhamdulillah, pengerjaan sudah selesai. Sekarang petani mulai bersiap melakukan penanaman padi kembali. Ini menjadi harapan baru bagi masyarakat setelah sekian lama menghadapi kesulitan ekonomi akibat bencana,” katanya.
Munawar berharap, pemulihan lahan pertanian terus dilanjutkan di berbagai wilayah terdampak lainnya di Pidie Jaya. Sebab, bagi masyarakat pedesaan, sawah bukan hanya hamparan tanah, melainkan sumber pendapatan keluarga sekaligus penopang ketahanan pangan daerah.
Bupati Sibral Malasyi Percepat Pemulihan Sawah
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi melalui Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Muhammad Nur, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa rehabilitasi persawahan di Desa Blang Awe dilakukan dengan mengerahkan alat berat untuk mengangkat material lumpur yang menutupi lahan milik masyarakat.
Muhammad Nur menyebutkan, pengerjaan di lokasi tersebut berlangsung sekitar sepuluh hari. Lahan dengan kategori rusak berat seluas sekitar lima hektare telah direhabilitasi sehingga kembali memungkinkan untuk ditanami padi.
Proses pemulihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengembalikan fungsi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Untuk mendukung percepatan pekerjaan, Pemkab Pidie Jaya memanfaatkan alat berat bantuan Kementerian Dalam Negeri yang berada di daerah tersebut selama sekitar satu bulan.
Penggunaan alat berat menjadi langkah penting untuk mempercepat pengangkatan timbunan lumpur yang sulit ditangani secara manual, sekaligus membuka kembali akses petani menuju lahan persawahan mereka.
Bukan Sekadar Membersihkan Lumpur, tetapi Menghidupkan Kembali Harapan
Pemulihan sawah di Blang Awe menjadi gambaran pentingnya penanganan pascabencana yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Ketika lahan kembali produktif, petani memiliki kesempatan untuk kembali menanam, memanen hasil pertanian, dan menggerakkan roda ekonomi keluarga.
Apresiasi yang disampaikan Munawar juga menjadi dorongan agar rehabilitasi lahan pertanian terus dipercepat, sehingga semakin banyak petani di Pidie Jaya yang dapat kembali mengolah sawahnya.
Editor: Jamaluddin