Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Hujan Deras di Pidie Jaya! Kapolres Kerahkan Patroli ke Wilayah Rawan Banjir, Warga Diminta Siaga
Advertisement . Scroll to see content

Dari Lumpur Banjir ke Ladang Jagung! Petani Bangkit, Sawah yang Hancur Kini Kembali Menghijau

Senin, 12 Oktober 2026 | 08:05 WIB
  • author Jamalpangwa
Dari Lumpur Banjir ke Ladang Jagung! Petani Bangkit, Sawah yang Hancur Kini Kembali Menghijau
Dari Lumpur Banjir ke Ladang Jagung! Petani Bangkit, Sawah yang Hancur Kini Kembali Menghijau.(iNews / Jamalpangwa).

PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id – Banjir besar pernah mengubah hamparan sawah produktif menjadi lautan lumpur. Tanaman padi yang menjadi tumpuan hidup petani rusak, saluran irigasi terganggu, dan tanah pertanian tertutup endapan lumpur tebal. Harapan panen yang sebelumnya terbentang luas seolah ikut hanyut bersama derasnya banjir. 

Namun, bencana tidak sepenuhnya mematahkan semangat para petani. Di tengah lahan yang rusak dan kondisi tanah yang belum sepenuhnya pulih, mereka memilih bangkit.

Bukan menyerah pada keadaan, para petani justru mencari cara agar tanah yang selama ini menjadi sumber penghidupan kembali produktif.

Perlahan, sisa-sisa lumpur dibersihkan. Pematang diperbaiki, lahan ditata kembali, dan berbagai upaya dilakukan untuk memulihkan kemampuan tanah.

Meski menanam padi belum tentu menjadi pilihan terbaik dalam kondisi tersebut, para petani tak ingin membiarkan lahan mereka terbengkalai.

Dari keterbatasan itulah muncul sebuah terobosan: mengalihkan lahan bekas sawah menjadi ladang jagung. Keputusan tersebut bukan tanpa tantangan. Tanah yang masih padat akibat endapan banjir membutuhkan pengolahan ekstra.

Bagian lahan yang terkikis air harus diperbaiki, sementara petani dituntut menyesuaikan cara budidaya dengan kondisi tanah yang berubah.

Dengan tenaga, ketekunan, dan harapan yang terus dipelihara, mereka mulai menanam jagung. Hari demi hari, lahan dirawat. Setiap tunas yang muncul menjadi alasan untuk terus bertahan, meski hasil akhirnya belum sepenuhnya dapat dipastikan.

Kini, perubahan mulai terlihat. Di atas lahan yang sebelumnya dipenuhi lumpur, tanaman jagung tumbuh menghijau. Daun-daunnya berdiri tegak, menghadirkan pemandangan baru di kawasan yang sempat porak-poranda akibat banjir.

Hamparan hijau itu bukan sekadar perubahan komoditas pertanian. Ia menjadi gambaran tentang perjuangan petani dalam mempertahankan mata pencaharian, sekaligus upaya memulihkan kehidupan setelah bencana.

Dari sawah yang rusak, tumbuh harapan baru. Dari lumpur yang sempat melumpuhkan pertanian, petani menemukan jalan untuk kembali mengolah tanahnya.

Peralihan dari padi ke jagung juga menunjukkan pentingnya kemampuan petani beradaptasi ketika kondisi lahan berubah.

Dengan pengolahan tanah yang tepat, pendampingan penyuluh, serta dukungan benih dan sarana produksi, lahan terdampak banjir berpeluang kembali dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian sesuai karakteristiknya.

Meski demikian, keberhasilan budidaya tetap bergantung pada kondisi tanah, ketersediaan air, perawatan tanaman, serta hasil panen yang nantinya diperoleh.

Pemulihan pertanian bukan hanya soal menghijaukan lahan, tetapi juga memastikan petani kembali mendapatkan penghasilan yang layak. Banjir memang meninggalkan kerusakan.

Editor: Jamaluddin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut