Warga Desak APH dan DLHK Tindak Pengusaha Galian C Diduga Merusak Lahan Tani di Aceh Tenggara
ACEH TENGGARA, iNewsPortalAceh.id - Aktivitas penambangan material batu dan pasir (Galian C-red) di sungai Alas, Desa Bambel, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara kian meresahkan karena dikhawatirkan dapat merusak lahan perkebunan warga.
Hektaran areal perkebunan hilang ditelan abrasi akibat dugaan pengambilan material di luar titik koordinat sehingga aliran air menggerus lahan perkebunan di kawasan tersebut.
Disebut-sebut, aktivitas galian C menjadi permasalahan serius dan merugikan warga Desa Bambel yang mempunyai lahan di pinggiran sungai alas.
Salah seorang warga yang kebunnya turut hilang tergerus air sungai Alas, Budimansyah Sekedang, mengatakan tanah kebunnya sudah tergerus lebih kurang 70 meter. Dulu lahan itu dimanfaatkan untuk menanami jagung dan komoditas lain, sekarang lenyap disapu aliran sungai.
"Dulu perkebunan yang ada dapat dimanfaatkan menanam jagung dan komoditas lain, namun kini hanya dipenuhi pemandangan air yang mengalir, lahan tergerus, "ungkap Budimansyah Sekedang didampingi beberapa warga lainnya kepada iNewsPortalAceh.id Rabu (14/10/2026).
Permasalahan ini sudah sangat berlarut-larut. Warga minta Aparat Penegak Hukum (APH) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Tenggara untuk bertindak dan mengantisipasi kerusakan lingkungan serta lahan tani warga.
"Kami menduga kerusakan perkebunan warga ini disebabkan adanya tambang galian C yang beroperasi di luar titik koordinat, sehingga aliran air beralih menggerus perkebunan warga," celetuk Salman.
Kebun pertanian ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat setempat, jika ini dibiarkan berlarut maka lahan perkebunan akan terus tergerus, imbasnya puluhan kepala keluarga akan terdampak.
Editor: Jamaluddin