Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemkab Pidie Jaya Salurkan Rp8,88 Miliar Bantuan Perbaikan Rumah Pascasiklon Senyar
Advertisement . Scroll to see content

94 Alat Berat Kepung Pidie Jaya! Sibral Malasyi Jemput Amunisi Pemulihan Pascabencana

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:35 WIB
  • author Jamalpangwa
94 Alat Berat Kepung Pidie Jaya! Sibral Malasyi Jemput Amunisi Pemulihan Pascabencana
94 Alat Berat Kepung Pidie Jaya! Sibral Malasyi Jemput Amunisi Pemulihan Pascabencana.(Foto : Istimewa).

PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id – Perjuangan mempercepat kebangkitan Pidie Jaya pascabencana mulai mendapat suntikan kekuatan besar. Sebanyak 94 unit alat berat dan kendaraan pendukung dialokasikan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon), menyasar sungai, muara, saluran irigasi, persawahan, tambak, hingga lingkungan permukiman yang terdampak bencana.

Dukungan tersebut terealisasi pada Kamis (15/10/2026), setelah Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, memperjuangkan kebutuhan alat berat ke pemerintah pusat melalui pertemuan bersama Wakil Gubernur Aceh dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada pekan sebelumnya.

Langkah ini menjadi dorongan penting bagi upaya pemerintah daerah mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Bagi Sibral Malasyi, perjuangan mendatangkan dukungan bukan sekadar menghadirkan deretan mesin berat, melainkan membuka jalan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal.

Sebanyak 94 unit alat berat dan kendaraan pendukung disiapkan untuk memperkuat pekerjaan pemulihan di berbagai sektor terdampak. 94 Unit Dikerahkan, 66 Dump Truck Jadi Kekuatan Angkut Material.

Berdasarkan rekapitulasi alokasi, dukungan tersebut terdiri atas enam jenis alat berat dan kendaraan operasional dengan fungsi berbeda sesuai kebutuhan lapangan.

Rinciannya meliputi:

8 unit excavator PC200, untuk pengerukan dan penggalian skala besar.

4 unit excavator PC100, untuk penggalian dan normalisasi saluran.

4 unit excavator PC55, untuk pekerjaan di area yang lebih sempit.

6 unit backhoe loader, untuk menggali sekaligus memuat material.

6 unit bulldozer, untuk meratakan lahan dan membersihkan timbunan.

66 unit dump truck, untuk mengangkut lumpur dan material hasil pekerjaan.

Kombinasi alat tersebut diharapkan memperkuat kemampuan penanganan material pascabencana, mulai dari pengerukan, pembersihan, penggalian, hingga pengangkutan lumpur dan tanah yang menghambat aktivitas masyarakat.

Dengan dukungan ini, pekerjaan pemulihan di sejumlah titik dapat diatur berdasarkan tingkat kerusakan, urgensi, serta kebutuhan masing-masing sektor.

Sungai Krueng Meureudu hingga Muara Kiran Jadi Prioritas

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), pekerjaan diarahkan pada sejumlah infrastruktur penting, di antaranya normalisasi Sungai Krueng Meureudu, pengerukan Muara Kiran, pembersihan saluran irigasi, serta penanganan lingkungan permukiman.

Normalisasi sungai dan pengerukan muara diharapkan membantu memperbaiki kapasitas aliran air.

Sementara itu, pembersihan saluran irigasi menjadi bagian penting untuk mendukung pemulihan pengairan lahan pertanian. Penanganan tersebut memiliki arti strategis bagi masyarakat yang aktivitas dan sumber penghidupannya terdampak bencana.

Infrastruktur yang kembali berfungsi akan membantu membuka akses pemulihan, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada kondisi lapangan dan efektivitas pekerjaan.

Sawah dan Tambak Tak Luput dari Perhatian

Pemulihan tidak berhenti pada sungai dan infrastruktur umum. Sektor pertanian dan perikanan juga menjadi sasaran pengerahan alat berat. 

Dinas Pertanian memprioritaskan pembersihan sawah terdampak di Gampong Blang Awe, termasuk lahan persawahan yang ditumbuhi semak belukar serta saluran irigasi yang membutuhkan penanganan. 

Sementara itu, Dinas Kelautan dan Perikanan diarahkan menangani pembersihan tambak terdampak di Gampong Meunasah Balek beserta saluran tambak. 

Dua sektor ini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan mata pencaharian masyarakat. 

Sawah yang kembali dapat diolah memberi peluang bagi petani untuk memulai kembali produksi, sedangkan tambak yang pulih dapat membantu menggerakkan kembali usaha perikanan warga.

Pemerintah daerah juga membuka kemungkinan menggeser penempatan alat sesuai perkembangan kondisi di lapangan, sehingga dukungan yang tersedia dapat diarahkan ke lokasi yang paling membutuhkan.

Sibral Malasyi: Dukungan Harus Berbuah Kerja Nyata

Bagi Bupati Sibral Malasyi, keberhasilan memperjuangkan dukungan dari pusat harus dibuktikan melalui pekerjaan nyata, bukan sekadar besarnya jumlah alat yang didatangkan. 

Ia mendorong seluruh dinas terkait bergerak terpadu, menentukan lokasi berdasarkan skala prioritas, mengoptimalkan penggunaan alat berat, serta memastikan hasil pekerjaan terpantau dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Pendekatan tersebut penting agar pengerahan alat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terhubung dalam satu agenda besar pemulihan daerah: memperbaiki infrastruktur, memulihkan lahan produktif, membuka kembali saluran pengairan, dan membantu masyarakat membangkitkan ekonomi.

Dukungan pusat diharapkan menjadi pengungkit percepatan rehab-rekon Pidie Jaya. Namun, keberhasilannya tetap akan diukur dari seberapa jauh pekerjaan di lapangan mampu menjawab kebutuhan warga yang terdampak bencana.

Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan 94 unit alat berat dan kendaraan pendukung itu bekerja optimal, tepat sasaran, dan menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat Pidie Jaya.

Editor: Jamaluddin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut