Saluran Irigasi Dukung Produktivitas Petani Aceh Tenggara Pascabencana
ACEH TENGGARA — Pembangunan saluran irigasi di Desa Kampung Nangka Gabungan, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, menjadi salah satu upaya mendukung keberlangsungan pertanian masyarakat setelah bencana hidrometeorologi pada November 2025. Ketersediaan air yang lebih memadai diharapkan membantu petani menjaga produktivitas lahan sekaligus mengurangi risiko gangguan akibat perubahan kondisi cuaca.
Kepala Desa Kampung Nangka Gabungan, Rusmi Artonang, mengatakan sekitar 80 persen dari warga desanya yang berjumlah sekitar 200 kepala keluarga (KK) menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Padi dan jagung menjadi komoditas utama yang dibudidayakan masyarakat.
Menurut Rusmi, pembangunan saluran irigasi disambut baik oleh warga karena ketersediaan air merupakan faktor penting bagi kegiatan pertanian, terutama ketika musim kemarau menyebabkan lahan persawahan berisiko kekeringan.

SM
“Merasa senang, merasa bangga setelah dibangunnya irigasi itu bisa berdampak positif bagi warga kami. Di mana sawah-sawahnya apabila kemarau bisa kering juga, bisa tidak ada airnya di persawahan. Dan dampak lainnya, kalau biasanya musim hujan banjir desa kami,” ujar Rusmi saat meninjau saluran irigasi, Jumat, 9 Oktober 2026.
Bupati Aceh Tenggara Muhammad Salim Fakhry mengatakan pembangunan saluran irigasi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air petani, terutama untuk mendukung budidaya jagung. Ketersediaan air yang memadai diharapkan membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan produksi.
“Dengan adanya saluran ini, masyarakat yang ingin menanam jagung akan memiliki ketersediaan air yang cukup. Artinya, peningkatan produksi masyarakat ini bisa membantu para petani kita. Itu juga menjadi tujuan pemerintah,” katanya.
Editor: Suriya Mohamad Said