ACEH TAMIANG, iNewsPortalAceh.id – Sebulan lalu, air mata mungkin sempat bercampur dengan air banjir yang menggenangi Aceh Tamiang. Namun hari ini, aroma masakan dari dapur Rumah Makan Salero Awak mulai mengalahkan bau lumpur yang sempat menyelimuti kota.
Ibu Arnis, sang pemilik, berdiri tegak di depan usahanya. Meski badai banjir Aceh baru saja berlalu, ia adalah potret nyata bahwa semangat manusia jauh lebih kuat dari bencana apa pun.
Perang Melawan Lumpur Setinggi Dada
Membangkitkan kembali sebuah rumah makan dari sisa-sisa bencana bukanlah perkara mudah. Selama tiga minggu penuh, Ibu Arnis dan timnya harus berjibaku dengan sisa-sisa amukan alam.
"Seminggu pertama itu hanya untuk membuang lumpur. Bayangkan, lumpurnya sedalam satu meter," kenang Arnis, Jumat (2/1/2026).
Saat air surut, pemandangan di dalam rumah makannya sungguh memilukan. Perabotan dapur dan meja-meja besar tidak lagi berada di tempatnya. "Posisi alat-alat semua berserakan. Meja menumpuk di atas meja, lemari bergeser entah ke mana," tambahnya.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
