Bangkit Demi Napas Para Karyawan
Lantas, apa yang membuat Ibu Arnis mampu tersenyum di tengah kerusakan itu? Jawabannya bukan sekadar soal mencari untung, melainkan tentang kemanusiaan.
Ibu Arnis memikul tanggung jawab besar atas nasib 15 karyawannya. Banyak dari mereka adalah para janda yang menjadi tulang punggung keluarga, dan ironisnya, rumah mereka pun ikut hancur diterjang banjir.
"Melihat kondisi karyawan saya yang rata-rata rumahnya hilang, habis tak bersisa... Itulah yang membuat saya bangkit. Kalau saya tidak mulai lagi, mereka mau makan apa? Semangat itu muncul karena rasa kemanusiaan," tuturnya dengan nada bergetar.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
