Jelang Ramadhan, Wabup Pidie Jaya Tekankan Huntara Tak Cukup Tanpa Isi Dapur dan Alas Tidur

Jamalpangwa
Jelang Ramadhan, Wabup Pidie Jaya Tekankan Huntara Tak Cukup Tanpa Isi Dapur dan Alas Tidur.(iNews / Jamalpangwa).

PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id — Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri menegaskan pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor tidak boleh berhenti pada pembangunan hunian sementara (huntara) semata. Ia menilai, rumah tanpa perlengkapan dasar hanya akan memindahkan penderitaan warga dari tenda ke bangunan baru.

Penegasan itu disampaikan Hasan Basri saat mendampingi Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI (Purn) Suharyanto dan Kepala BPBA dalam peninjauan sekaligus evaluasi pembangunan huntara di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Selasa (20/1/2026).

Di hadapan jajaran Forkopimda dan pihak terkait, Hasan Basri menekankan bahwa huntara harus siap dihuni secara nyata, bukan sekadar berdiri secara fisik. Menurutnya, warga membutuhkan lebih dari sekadar atap dan dinding.

“Huntara itu langkah awal, tapi kalau di dalamnya tidak ada perlengkapan dasar, warga tetap kesulitan. Dapur harus bisa dipakai, alat masak tersedia, dan yang paling penting ada alas tidur yang layak,” tegas Hasan Basri.

Ia menyebut, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan masih banyak kebutuhan rumah tangga yang belum terpenuhi secara menyeluruh. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan setiap kebijakan pascabencana benar-benar menjawab kondisi riil warga terdampak.

Menurut Hasan Basri, pendekatan pemulihan harus bersifat manusiawi dan realistis, terlebih masyarakat Pidie Jaya akan segera memasuki bulan suci Ramadhan dan Idulfitri.

Dalam kondisi tersebut, kesiapan mental dan fisik warga sangat bergantung pada terpenuhinya kebutuhan dasar sehari-hari.

“Ramadhan itu bukan hanya soal ibadah, tapi juga soal ketenangan. Kalau warga masih bingung mau tidur di mana, masak pakai apa, itu jadi beban tambahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya tidak ingin pemulihan berjalan setengah hati. Selain mempercepat pembangunan dan pengisian huntara, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Aceh, serta mematangkan pendataan kebutuhan warga terdampak secara detail.

Hasan Basri juga mendorong pembukaan berbagai skema bantuan tambahan, baik dari anggaran pemerintah, dukungan lintas sektor, hingga kolaborasi dengan lembaga sosial dan dunia usaha.

Menurutnya, pemulihan pascabencana adalah tanggung jawab bersama. “Kami ingin setiap langkah benar-benar terasa manfaatnya. Bukan sekadar laporan selesai, tapi warga betul-betul terbantu,” katanya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi agar pemulihan pascabencana di Pidie Jaya berjalan lebih adil dan efektif.

Editor : Jamaluddin

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network