ACEH BARAT DAYA, iNewsPortalAceh.id – Bupati Aceh Barat Daya, Safaruddin, menekankan pentingnya pendekatan edukasi yang sesuai dengan kearifan lokal dalam upaya menekan angka stunting dan mencegah pernikahan dini di tengah masyarakat.
Menurut Safaruddin, penyampaian informasi mengenai kesehatan keluarga dan persoalan sosial harus dilakukan secara persuasif dengan mempertimbangkan kondisi sosial budaya masyarakat agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan TNI Manunggal Keluarga Berencana (KB) Kesehatan yang merupakan kolaborasi Kodim 0110 Aceh Barat Daya dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMPPPP) Aceh Barat Daya di Desa Pisang, Kecamatan Setia, Kamis (29/10/2026).
Safaruddin mengatakan, persoalan stunting tidak cukup ditangani hanya dengan melihat aspek pemenuhan gizi. Kondisi ekonomi keluarga, pola pengasuhan, serta faktor sosial lainnya juga perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut mengedepankan edukasi yang menyeluruh dan mudah dipahami masyarakat, termasuk ketika menyampaikan informasi mengenai dampak pernikahan dini.
“Dalam melakukan sosialisasi, pendekatan kepada masyarakat harus dilakukan dengan baik. Edukasi perlu disesuaikan dengan kearifan lokal agar masyarakat dapat memahami persoalan dan langkah-langkah yang harus dilakukan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0110 Aceh Barat Daya, DPMPPPP Aceh Barat Daya, serta seluruh unsur yang mendukung pelaksanaan program TNI Manunggal KB Kesehatan.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
