Kuali Raksasa Meurah Dua Bikin Heboh Maulid Raya Pidie Jaya, Warga Serbu Tenda Sejak Pagi!

Jamalpangwa
Kuali Raksasa Meurah Dua Bikin Heboh Maulid Raya Pidie Jaya, Warga Serbu Tenda Sejak Pagi!(iNews / JamalPangwa).

PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id — Perayaan Maulid Raya Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, berlangsung meriah. Sejak pagi, warga berbondong-bondong memadati kawasan perkantoran Bupati Pidie Jaya untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menikmati hidangan khas Aceh yang disajikan setiap kecamatan.

Di tengah ramainya pengunjung, tenda Kecamatan Meurah Dua menjadi salah satu pusat perhatian.

Bukan hanya karena aroma kuah beulanggong yang menggugah selera, tetapi juga cara memasaknya yang terbilang unik, menggunakan kuali besar dengan bentuk yang mengingatkan pada wadah masak tradisional dari kawasan Asia Selatan.

Daging sapi dimasak dalam kuah berbumbu khas Aceh. Proses memasak dalam jumlah besar itu menjadi daya tarik tersendiri, sementara warga terus berdatangan untuk mencicipi hidangan yang disajikan tim Kecamatan Meurah Dua.

Muhammad Nur: Sederhana, Cepat Disajikan, tetapi Rasanya Menggoda

Muhammad Nur, salah seorang perwakilan tim Kecamatan Meurah Dua, mengatakan pihaknya mengutamakan kecepatan penyajian tanpa mengesampingkan cita rasa masakan. 

“Info terkini dari kami, penyajiannya cepat. Menunya sederhana, tetapi masakannya terasa nikmat,” ujar Muhammad Nur saat ditemui wartawan di lokasi tenda mereka.

Menurutnya, sejak pagi tenda Kecamatan Meurah Dua sudah dipadati warga yang ingin mencicipi kuah beulanggong dan daging sapi yang disiapkan untuk menyemarakkan Maulid Raya.

Dengan nada bercanda, ia bahkan mempersilakan pengunjung membuktikan sendiri kelezatan masakan tersebut.

“Boleh tanya para pengunjung, he-he. Atau datang langsung dan coba sendiri. Jangan cuma percaya omongan saya,” katanya sambil berseloroh.

Suasana di tenda itu berlangsung akrab. Para pengunjung datang silih berganti, menikmati hidangan, berbincang, dan merasakan suasana kebersamaan dalam perayaan maulid.

Kuah Beulanggong Jadi Magnet, Warga Beri Pujian

Kelezatan hidangan tersebut turut mendapat tanggapan dari warga yang mencicipinya. Fakinah, salah seorang pengunjung, mengaku menikmati masakan yang disajikan tim Kecamatan Meurah Dua. 

Menurutnya, meskipun menu yang disuguhkan terkesan sederhana, cita rasanya tetap menggugah selera. 

“Enak, meskipun sederhana. Coba saja sendiri supaya bisa merasakan langsung,” ujar Fakinah.

Bagi masyarakat Aceh, kuah beulanggong bukan sekadar hidangan daging yang dimasak dalam kuali besar.

Tradisi memasak secara gotong royong ini juga menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat, terutama dalam kegiatan keagamaan, kenduri, dan perayaan maulid.

Di Pidie Jaya, tradisi tersebut menghadirkan perpaduan antara kekayaan kuliner lokal, semangat berbagi, dan nilai persaudaraan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bukan Sekadar Makan Bersama, Ada Zikir dan Kebersamaan

Kemeriahan di tenda Kecamatan Meurah Dua tidak hanya berpusat pada sajian kuliner. Kegiatan zikir juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang digelar dalam Maulid Raya tersebut.

Tim Kecamatan Meurah Dua turut mengikuti rangkaian kegiatan yang melibatkan penilaian oleh tim juri.

Sementara itu, pengunjung terus berdatangan, membuat suasana perayaan semakin semarak. Sejumlah pejabat dan unsur pemerintah daerah juga disebut hadir untuk mencicipi hidangan di tenda tersebut, di antaranya Musbir dan Benu, sebagaimana disampaikan pihak tim di lokasi.

Bagi para peserta, kegiatan ini bukan semata-mata ajang menyajikan makanan atau mengikuti penilaian.

Lebih dari itu, Maulid Raya menjadi kesempatan untuk menunjukkan kekompakan, kreativitas, dan semangat gotong royong masing-masing kecamatan.

Maulid Raya Jadi Ruang Pertemuan Pemerintah dan Masyarakat

Pelaksanaan Maulid Raya Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya di bawah kepemimpinan Bupati H. Sibral Malasyi menjadi momentum untuk mempertemukan pemerintah daerah dan masyarakat dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban.

Warga tidak hanya datang untuk menikmati hidangan, tetapi juga untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, bersilaturahmi, dan merasakan kebersamaan di lingkungan pusat pemerintahan.

Di tengah berbagai kesibukan pemerintahan, suasana seperti ini menghadirkan ruang interaksi yang lebih dekat antara masyarakat, aparatur, dan para pejabat daerah. Tidak ada batasan suasana formal seperti dalam rapat atau pertemuan kedinasan.

Semua larut dalam semangat maulid, berbagi makanan, serta mempererat hubungan sosial.

Dari kuali besar berisi daging sapi hingga lantunan zikir yang mengiringi perayaan, Maulid Raya Pidie Jaya memperlihatkan bahwa tradisi keagamaan tidak hanya menjadi agenda seremonial.

Tradisi ini juga menjadi sarana merawat identitas daerah, memperkuat persaudaraan, dan menjaga budaya berbagi. Di tengah padatnya pengunjung sejak pagi, tim Kecamatan Meurah Dua pun ikut meramaikan perayaan dengan sajian khasnya.

Editor : Jamaluddin

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network