Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : DPRK Aceh Selatan Dorong Pembentukan Satgas DTSEN, Validasi Data Warga Miskin Dinilai Masih Lemah
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Pilu, Mustafa Pria Tangguh Pidie Jaya Rela Jadi Tukang Tambal Ban Demi Hidupi Keluarganya

Minggu, 26 Mei 2024 | 08:41 WIB
  • author Miswar
Kisah Pilu, Mustafa Pria Tangguh Pidie Jaya Rela Jadi Tukang Tambal Ban Demi Hidupi Keluarganya
Kisah Pilu, Mustafa Pria Tangguh Pidie Jaya Rela Jadi Tukang Tambal Ban Demi Hidupi Keluarganya.( Dok Miswar).

PIDIE JAYA, iNewsPortalAceh.id - Kisah Pilu warga Kabupaten Pidie Jaya, Aceh di tengah kerasnya kehidupan saat ini, seorang pria tangguh bernama Mustafa (37) memilih untuk menjadi tukang tambal ban demi menghidupi keluarganya.

Kisah Mustafa, yang berdomisili di Desa Beurawang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh ini menjadi contoh nyata bagaimana keteguhan hati dan kerja keras bisa menjadi solusi untuk menghadapi berbagai tantangan hidup.

Mustafa, yang sebelumnya bekerja sebagai Kuli bangunan dan tukang angkat pasir sepuluh tahun yang lalu, terpaksa mencari cara lain untuk mendapatkan penghasilan yang cukup untuk keluarganya.

Dengan modal seadanya, Mustafa memberanikan diri membuka usaha tambal ban di pinggir jalan yang ramai dilalui kendaraan, tepatnya didepan Mesjid Tgk Di Pucok Krueng Beuracan.

"Saya harus terus berjuang demi istri dan dua anak saya. Tidak ada pilihan lain selain bekerja keras," ujar Mustafa.

Ketika ditemui di tempat usahanya yang sederhana.

Setiap hari, dari pagi hingga malam, Mustafa melayani para pengendara yang membutuhkan jasa tambal ban.

Dalam kondisi cuaca apapun, ia tetap setia menunggu pelanggan dengan senyuman yang tidak pernah pudar.

Keuletannya berbuah manis, usahanya mulai dikenal dan banyak pelanggan yang puas dengan pelayanannya.

"Tidak mudah memang, tapi saya merasa bangga bisa mandiri dan tidak bergantung pada orang lain," tambahnya.

Mustafa juga mengaku sering berbagi cerita dan motivasi dengan pelanggan yang mampir, sehingga banyak yang menghargai kerja kerasnya.

Dari hasil jerih payahnya sebagai tukang tambal ban, Mustafa mampu menghidupi keluarganya, bahkan menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang yang lebih tinggi darinya.

Sang istrinya pun bernama Linda (32), juga sangat mendukung usaha Mustafa.

"Kami bangga dengan apa yang dicapai suami saya. Dia adalah sosok pahlawan bagi keluarga kami," ungkap Linda.

Kisah Mustafa menunjukkan bahwa dengan kemauan keras dan kerja keras, tantangan apapun bisa dihadapi.

Ia menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak mudah menyerah dalam menjalani hidup.

Dalam waktu dekat, Mustafa berharap bisa mengembangkan usahanya lebih besar lagi.

Editor: Jamaluddin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut