Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Hari Ini Jembatan Teupin Mane Dibuka untuk Fungsional Jalan
Advertisement . Scroll to see content

Yusril: UU 24/1956 dan MoU Helsinki Tak Bisa Jadi Rujukan Klaim Status 4 Pulau Aceh-Sumut

Selasa, 17 Juni 2025 | 14:56 WIB
  • author Nur Khabibi
Yusril: UU 24/1956 dan MoU Helsinki Tak Bisa Jadi Rujukan Klaim Status 4 Pulau Aceh-Sumut
Yusril tegaskan UU 24/1956 dan MoU Helsinki tak bisa jadi dasar hukum status 4 pulau sengketa Aceh-Sumut karena tak sebut batas wilayah secara jelas. Foto: iNews.id

JAKARTA, iNewsPortalAceh.id – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1956 dan MoU Helsinki tidak dapat dijadikan dasar hukum utama (rujukan) dalam menyelesaikan polemik status empat pulau yang diperebutkan antara Aceh dan Sumatera Utara.

Pernyataan ini disampaikan Yusril sebagai respons atas komentar mantan Wapres Jusuf Kalla yang sebelumnya menyebut MoU Helsinki sebagai acuan penyelesaian konflik empat pulau.

“Sederhana saja, Perjanjian Helsinki menyebutkan bahwa wilayah Aceh adalah wilayah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Provinsi Aceh dan Perubahan Peraturan Pembentukan Provinsi Sumatera Utara,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Selasa (17/6/2025).

Namun, menurutnya, UU 24/1956 tidak menyebutkan batas-batas wilayah secara jelas, baik antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, maupun antar kabupaten di dalam Provinsi Aceh sendiri.

Editor: Suriya Mohamad Said

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut