Uning Mas, Desa yang Hilang Dihantam Banjir Bandang dan Cerita Bertahan Hidup
Selama dua hari, sebagian warga terjebak di perbukitan tanpa makanan. Ketika cuaca mulai sedikit bersahabat, mereka memberanikan diri menapaki lereng curam, menembus hutan menuju desa tetangga demi mencari pertolongan. Kepedihan dan trauma masih membekas hingga kini. Kekhawatiran akan banjir bandang susulan terus menghantui, setiap kali hujan turun.
Desa Uning Mas yang berada di tengah kepungan perbukitan menjulang, dengan hamparan hijau perkebunan kopi yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga, kini berubah menjadi kawasan rawan bencana. Keindahan alam yang dahulu memberi harapan, mendadak menjadi ancaman yang menakutkan.
Ratusan jiwa kini bertahan di sebuah bangunan sekolah yang dijadikan lokasi pengungsian. Dalam keterbatasan, mereka mencoba menguatkan satu sama lain, menunggu uluran tangan dan kepastian masa depan.
Di tengah duka itu, kepedulian dari berbagai pihak terus mengalir. Salah satunya datang dari BRI Peduli. Program kepedulian sosial BRI ini hadir langsung di posko pengungsian, menyalurkan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban. Tak hanya itu, layanan kesehatan gratis juga diberikan dengan menerjunkan dokter dan perawat yang mendatangi langsung titik-titik pengungsian.
Langkah ini menjadi penguat di tengah kondisi yang serba sulit, memastikan kesehatan para pengungsi tetap terjaga meski berada dalam situasi darurat.
Subhan (40), warga Desa Uning Mas, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Kehadiran BRI bukan hanya membawa makanan untuk kami bertahan hidup di pengungsian,” ujarnya. “Bagi kami, ini adalah bentuk kasih kepada korban bencana yang berada di pelosok seperti kami.”
Di tengah kehilangan dan luka mendalam, sentuhan kasih dan kepedulian menjadi cahaya harapan. Uluran tangan seperti inilah yang menguatkan warga Desa Uning Mas untuk bangkit, menata kembali harapan, dan percaya bahwa mereka tidak sendiri menghadapi bencana.
Editor : Armia Jamil