402 Mahasiswa Turun ke Gampong Pidie Jaya, Jadikan KKN sebagai Energi Pemulihan Pascabanjir
PIDIE JAYA, ACEH, iNewsPortalAceh.id — Kabupaten Pidie Jaya menyambut kedatangan 402 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Serambi Mekkah (USM) Tahun 2026 yang akan mengabdi di dua kecamatan terdampak banjir, Meureudu dan Meurah Dua. Kehadiran ratusan mahasiswa ini tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga membawa semangat baru bagi masyarakat yang tengah bangkit pascabencana.
Penerimaan mahasiswa KKN berlangsung pada Senin (19/1/2026)kemarin, mewakili Bupati Pidie Jaya, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Pidie Jaya, Said Abdullah, secara resmi melepas para mahasiswa untuk terjun langsung ke gampong-gampong sasaran.
Acara tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Serambi Mekkah Dr. Teuku Abdurrauman, jajaran pimpinan universitas, unsur Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, camat, dosen pembimbing lapangan, serta para mahasiswa peserta KKN.
Dalam sambutannya, Said Abdullah menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN di Pidie Jaya sangat relevan dengan kondisi daerah yang baru saja dilanda banjir.
Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan alat berat dan pembangunan fisik, tetapi juga sentuhan sosial dan pendampingan di tingkat akar rumput.
“Mahasiswa KKN kami harapkan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya menjalankan program kampus, tetapi ikut membantu warga bangkit, mulai dari pendampingan pendidikan anak-anak, edukasi hidup bersih dan sehat, hingga ikut terlibat dalam gotong royong membersihkan lingkungan,” ujar Said Abdullah.
Ia menilai, keterlibatan mahasiswa di gampong dapat memperkuat solidaritas sosial serta membangkitkan kembali semangat kebersamaan warga yang terdampak bencana.
Di sisi lain, mahasiswa juga mendapat ruang belajar langsung tentang dinamika sosial, tantangan lapangan, dan makna pengabdian yang sesungguhnya.
Program KKN Tematik Universitas Serambi Mekkah ini diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak banjir.
Editor : Jamaluddin