Sudah Enggak Zaman Jadi Penonton! Pemuda Aceh Unjuk Gigi Jadi Bos di HIROE 2025
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, yang hadir memberikan sambutan, menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) di era digital. Menurutnya, anak muda Aceh tidak boleh lagi terpaku menunggu lowongan pekerjaan.
"Dunia hari ini telah berubah drastis. Saya mengajak seluruh anak muda Aceh untuk mengubah mindset. Jangan menunggu kesempatan datang, tetapi ciptakanlah kesempatan itu melalui ide-ide kreatif dan inovasi," tegas Illiza belum lama ini
Pemerintah Kota Banda Aceh pun menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi. "Kami membuka pintu selebar-lebarnya. Mari kita bersinergi pemerintah sebagai fasilitator dan pemuda sebagai eksekutor inovasi," tambahnya.
Dalam sesi Demo Day, para finalis mempresentasikan beragam solusi, mulai dari manajemen sampah (Sambin QR), e-commerce (Dago Aceh), hingga IoT tambak udang (Aquasense). Mereka dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi bisnis seperti Novan Adrian (Co-founder Qasir.id) dan Zulfikar (Co-founder Yagi Natural).
Berdasarkan penilaian ketat dewan juri, gelar Best Impact Innovation diraih oleh Scholar Dojo, sebuah platform micro-learning yang fokus meningkatkan kemampuan menulis dan wawancara kerja bagi pencari karier. Sementara itu, kategori Best Innovation disabet oleh Tim Golden (Kimi Parfum) yang sukses melakukan hilirisasi minyak nilam Aceh menjadi produk wewangian bernilai ekonomi tinggi.
Adapun kategori People's Choice dimenangkan oleh Aceh Heritage Stem Hunt, sebuah inovasi gamifikasi pariwisata yang mengajak wisatawan mengumpulkan stempel digital di situs-situs sejarah.
Acara ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para inovator muda untuk terus mengembangkan bisnis yang berdampak luas bagi perekonomian daerah.
Editor : Armia Jamil