Aktivis HAM Aceh Ingatkan Dampak Kemanusiaan Global Akibat Provokasi AS–Israel terhadap Iran
BANDA ACEH, iNewsPortalAceh.id — Eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran berbagai pihak, termasuk kalangan aktivis hak asasi manusia di Aceh.
Aktivis HAM asal Aceh, Farhan Syamsuddin, mengingatkan bahwa provokasi militer di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan dampak kemanusiaan global jika tidak segera diredam.
Farhan menilai bahwa serangan atau provokasi yang dilakukan terhadap kedaulatan Iran bukan sekadar konflik geopolitik regional, melainkan ancaman serius terhadap stabilitas dunia.
Menurutnya, konflik berskala besar berisiko memicu krisis kemanusiaan baru yang dapat meluas ke berbagai kawasan.
“Pengalaman konflik di Aceh mengajarkan bahwa perang selalu meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat sipil. Ketika kekuatan militer diadu, yang paling menderita justru rakyat biasa,” kata Farhan dalam keterangannya di Banda Aceh, Rabu 04 Maret 2026.
Potensi Pelanggaran Hukum Internasional
Farhan juga menyoroti kemungkinan terjadinya pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dalam eskalasi konflik tersebut.
Ia menilai tindakan agresif yang melibatkan negara-negara besar sering kali mengabaikan norma kedaulatan negara dan mekanisme penyelesaian konflik secara damai.
Menurutnya, jika konflik terus memanas, dunia internasional dapat menghadapi situasi yang lebih kompleks, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik antarblok negara.
Ancaman Krisis Kemanusiaan
Sebagai aktivis HAM, Farhan menekankan bahwa dampak terbesar dari konflik bersenjata selalu dirasakan oleh kelompok rentan.
Ia memperingatkan bahwa perang terbuka antara kekuatan besar dapat memicu gelombang pengungsi baru, memperburuk krisis pangan, serta mengganggu stabilitas ekonomi global.
Selain itu, ia menilai provokasi terhadap Iran berpotensi memicu sentimen luas di dunia Islam, terutama karena konflik tersebut juga berkaitan dengan isu Palestina yang hingga kini belum menemukan penyelesaian permanen.
Desak Diplomasi Internasional
Farhan juga mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam forum internasional, khususnya melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, guna mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
“Kita tidak boleh membiarkan provokasi ini menjadi pemantik perang dunia baru. Dunia internasional harus bersatu menekan semua pihak agar menahan diri demi kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa diplomasi dan dialog harus menjadi jalan utama dalam meredakan ketegangan global, bukan pendekatan militer yang justru berpotensi memperluas konflik.
Editor : Jamaluddin