get app
inews
Aa Text
Read Next : Menhan Tinjau Progres Satgas Kuala dalam Normalisasi Muara dan Sungai di Aceh Tamiang

Pidie Jaya Tercepat Laporkan Dampak Bencana, Bupati Sibral: Bantuan Pusat Rp241,6 M mulai Disalurkan

Jum'at, 06 Maret 2026 | 21:04 WIB
header img
Pidie Jaya Tercepat Laporkan Dampak Bencana, Bupati Sibral Malasyi: Bantuan Pusat Rp241,6 M Mulai Disalurkan.(iNews / Jamalpangwa).

PIDIE JAYA, iNewsPortalAceh.id – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menjadi salah satu daerah tercepat di Indonesia dalam menyampaikan laporan dampak bencana hidrometeorologi kepada pemerintah pusat.

Kecepatan dan kelengkapan laporan tersebut membuat daerah ini lebih awal memperoleh perhatian serta bantuan stimulan dari pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi saat menyambut kunjungan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam rangka penanganan bencana banjir Aceh di wilayah tersebut.

Menurut Sibral, langkah cepat pemerintah daerah dalam melakukan pendataan dampak bencana menjadi faktor penting sehingga proses penyaluran bantuan dari pemerintah pusat dapat dipercepat.

“Alhamdulillah Pidie Jaya menjadi salah satu kabupaten yang paling awal menyampaikan laporan dampak bencana secara lengkap, sehingga kami juga lebih cepat mendapatkan bantuan stimulan dari pemerintah pusat untuk masyarakat terdampak,” ujar Sibral dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak bencana, mulai dari rumah rusak ringan, rusak sedang, rusak berat hingga rumah yang hilang akibat bencana.

Proses pendataan tersebut dilakukan secara transparan dengan melibatkan perangkat gampong, tim teknis kabupaten, kecamatan, serta pendampingan dari aparat TNI dan Polri.

Melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia, pemerintah pusat menyalurkan bantuan penanganan bencana di Kabupaten Pidie Jaya dengan total nilai sekitar Rp241,6 miliar.

Bantuan tersebut meliputi bantuan stimulan sosial ekonomi untuk 18.839 kepala keluarga senilai Rp94,19 miliar, bantuan jaminan hidup bagi 66.629 jiwa sebesar Rp89,94 miliar, serta bantuan isi hunian sementara untuk 18.839 kepala keluarga senilai Rp56,51 miliar.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan santunan kepada ahli waris 56 korban meninggal dunia sebesar Rp840 juta serta santunan bagi 23 korban luka senilai Rp115 juta.

Bantuan lainnya berupa perlengkapan ibadah serta dukungan alat berat juga diberikan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut