HMI Meuseuraya: Jalan Baru Membangun Persatuan dan Relevansi HMI di Tingkat Nasional
Sesungguhnya, tantangan terbesar HMI hari ini bukanlah kekurangan kader cerdas. HMI memiliki banyak kader berkualitas yang tersebar di berbagai sektor. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menyatukan seluruh potensi tersebut dalam satu arah gerakan yang sama. Organisasi besar tidak dibangun oleh individu-individu hebat yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan oleh orang-orang hebat yang mampu bekerja bersama.
HMI Meuseuraya menawarkan jalan itu. Sebuah paradigma yang mengajak seluruh kader kembali kepada semangat awal Lafran Pane: menjadikan HMI sebagai rumah besar perjuangan intelektual, keislaman, dan kebangsaan. Rumah yang mampu mempersatukan perbedaan, merawat persaudaraan, dan menghadirkan solusi bagi umat serta negara.
Apabila semangat Meuseuraya benar-benar menjadi budaya organisasi, saya optimistis HMI akan memasuki babak baru sebagai organisasi kader yang bukan hanya melahirkan pemimpin, tetapi juga membangun peradaban. Sebab pada akhirnya, sejarah tidak akan mengingat siapa yang paling keras berdebat dalam forum, melainkan siapa yang paling besar kontribusinya bagi bangsa.
HMI harus kembali menjadi rumah gagasan, rumah pengabdian, dan rumah persatuan. Di sanalah semangat Meuseuraya menemukan maknanya: berbeda dalam pikiran, bersatu dalam perjuangan, dan bersama-sama mengabdi untuk Indonesia.
Editor : Armia Jamil