Cegah Wabah PMK, Pemkab Pidie Jaya Vaksinasi 1.000 Ekor Sapi dan Kerbau
Dengan mencegah PMK, pemerintah berupaya menekan risiko kematian ternak, menjaga stabilitas pasokan daging meugang, serta melindungi pendapatan peternak lokal.
“Jika PMK bisa dicegah, maka roda ekonomi peternak tetap berputar. Ini bukan hanya soal ternak, tapi soal keberlangsungan hidup masyarakat,” tambah Amirullah.
Disbunnak Pidie Jaya juga mengimbau para peternak agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor kepada petugas kesehatan hewan di kecamatan masing-masing jika menemukan gejala mencurigakan pada ternaknya, seperti air liur berlebihan, lepuh di mulut, gusi dan lidah, luka di sekitar kaki, pincang, hingga kuku terlepas.
Sementara itu, Junaidi (36), salah seorang peternak setempat, mengaku lega dan menyambut positif langkah cepat pemerintah daerah. Menurutnya, vaksinasi menjadi bentuk perlindungan penting bagi peternak menjelang momentum meugang.
“Kami sangat terbantu. Kami juga menjaga kebersihan kandang dan kualitas pakan. Koordinasi dengan petugas kesehatan ternak penting supaya bisa cepat bertindak kalau ada gejala PMK,” ujarnya.
Langkah vaksinasi ini menegaskan komitmen Pemkab Pidie Jaya untuk siaga penuh menjaga kesehatan ternak, stabilitas pangan, dan ekonomi rakyat, sekaligus memastikan tradisi meugang Ramadhan berjalan aman, sehat, dan bermartabat.
Editor : Jamaluddin