Parah! Program Makan Bergizi Gratis di Tapaktuan Dicap Kurang Gizi oleh Orang Tua Siswa
Namun, kebijakan tersebut justru memicu kritik. Sejumlah orang tua menilai menu yang diberikan terlalu sederhana dan kurang mencerminkan konsep “bergizi” seperti yang digaungkan dalam program tersebut.
“Kalau disebut bergizi, harusnya lebih lengkap. Ini lebih seperti paket takjil biasa,” ujar salah satu wali murid Selain komposisi menu, pola distribusi tiga hari sekaligus juga dipertanyakan.
Orang tua menilai kualitas makanan berpotensi menurun jika disimpan terlalu lama, terutama untuk bahan yang mudah rusak.
“Kalau dibagikan sekaligus, khawatir tidak tahan lama. Apalagi anak-anak belum tentu bisa menyimpan dengan baik,” ujarnya.
Di sisi lain, ada juga orang tua yang memahami pembagian sore hari sebagai bentuk penyesuaian selama Ramadan. Namun mereka tetap berharap ada evaluasi, baik dari sisi variasi menu maupun sistem distribusi.
Editor : Jamaluddin