Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Aipda Jhoni Rahmad Berpulang, Bupati Pidie Jaya: Kita Kehilangan Sosok yang Tebarkan Banyak Kebaikan
Advertisement . Scroll to see content

Bupati Pidie Jaya Tantang Bank Aceh Lawan Bank Konvensional: Jangan Persulit Rakyat Ambil Pinjaman!

Rabu, 13 Mei 2026 | 15:55 WIB
  • author Jamalpangwa
Bupati Pidie Jaya Tantang Bank Aceh Lawan Bank Konvensional: Jangan Persulit Rakyat Ambil Pinjaman!
Bupati Pidie Jaya Tantang Bank Aceh Lawan Bank Konvensional: Jangan Persulit Rakyat Ambil Pinjaman!.(iNews / Jamalpangwa).

PIDIE JAYA, iNewsPortalAceh.id - Bupati Sibral Malasyi melontarkan pernyataan keras dan penuh tantangan kepada Bank Aceh Syariah saat peluncuran pembayaran PBB-P2 Kabupaten Pidie Jaya melalui aplikasi Action Mobile Bank Aceh, Rabu (13/5/2026).

Dalam acara yang berlangsung di ruang kerja Bupati Pidie Jaya itu, Sibral secara terbuka meminta Bank Aceh berani mengambil posisi dan bersaing langsung dengan bank-bank konvensional yang selama ini mendominasi pasar perbankan nasional.

“Kita harus mengambil posisi, mengambil kesempatan, dan berjuang maksimal untuk bisa bersaing dengan bank konvensional di luar Aceh,” tegas Sibral di hadapan pejabat daerah dan pihak perbankan.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena Bupati menilai Bank Aceh tidak cukup hanya mengandalkan status sebagai bank daerah, tetapi harus menghadirkan layanan yang benar-benar memudahkan masyarakat dan pelaku usaha.

Menurut Sibral, sistem digital dan layanan keuangan modern saat ini sebenarnya bisa diterapkan dengan mudah selama ada kemauan untuk bertransformasi.

Ia bahkan mendorong agar masyarakat Aceh mendapat perlakuan khusus dalam akses pinjaman perbankan, termasuk bunga pembiayaan yang lebih ringan dibanding bank konvensional.

“Kalau masyarakat Aceh pinjam di Bank Aceh, seharusnya bunganya bisa lebih murah dua sampai tiga persen dibanding bank konvensional. Itu sangat wajar dilakukan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Sibral juga mengingatkan agar masyarakat tidak dipersulit ketika mengajukan pinjaman selama seluruh persyaratan dan mekanisme telah dipenuhi.

“Jangan pernah mempersulit kalau memang sudah sesuai aturan dan mekanisme,” katanya lagi.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung fenomena banyak pengusaha Aceh yang justru memilih mengambil pinjaman ke bank konvensional dibanding bank daerah sendiri.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi Bank Aceh agar segera melakukan pembenahan dan memperkuat daya saing di sektor layanan dan pembiayaan usaha.

“Kita punya pengusaha di Aceh, tapi mereka malah ambil pinjaman ke bank konvensional. Ini harus jadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Sibral menegaskan kemajuan Bank Aceh akan sangat menentukan citra dan kekuatan ekonomi Aceh ke depan.

Editor: Jamaluddin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut