get app
inews
Aa Text
Read Next : Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Salurkan Bansos bagi Korban Banjir di Pidie Jaya

KKP Percepat Pemulihan 745 Hektare Tambak Terdampak Bencana di Pidie Jaya Aceh

Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:48 WIB
header img
KKP Percepat Pemulihan 745 Hektare Tambak Terdampak Bencana di Pidie Jaya, Benih dan Pakan Disalurkan Gratis.(iNews / Jamalpangwa).

PIDIE JAYA, iNewsPortalAceh.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat pemulihan sektor perikanan budidaya di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, melalui rehabilitasi tambak terdampak bencana hidrometeorologi disertai penyaluran bantuan benih udang dan pakan kepada para petambak.

Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura mengatakan pemerintah tidak hanya memperbaiki infrastruktur tambak, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali berproduksi dan memperoleh penghasilan.

"Kami tidak hanya fokus merehabilitasi tambak, tetapi memastikan masyarakat bisa kembali beroperasi. Karena itu, selain rehabilitasi kami juga memberikan bantuan sarana produksi berupa benih dan pakan agar tambak dapat langsung dimanfaatkan kembali," kata Andy saat menyalurkan bantuan dan melakukan tebar benih udang di tambak petani Desa Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat.

Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari percepatan rekonstruksi kawasan tambak yang rusak akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Pidie Jaya.

Dalam pelaksanaannya, KKP bersinergi dengan Komisi IV DPR RI, Pemerintah Aceh, serta Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk menyusun langkah strategis percepatan pemulihan sektor budidaya.

Andy menjelaskan, dari sekitar 1.700 hektare kawasan tambak di Pidie Jaya, sekitar 745 hektare masuk kategori rusak ringan, sementara sisanya mengalami kerusakan sedang hingga berat.

"Kami memprioritaskan penyelesaian tambak yang rusak ringan terlebih dahulu agar masyarakat bisa segera kembali melakukan usaha budidaya," ujarnya.

Ia menargetkan rehabilitasi dan pengoperasian kembali tambak seluas 745 hektare tersebut rampung pada akhir Agustus 2026.

Seluruh lokasi yang telah direhabilitasi akan langsung memperoleh bantuan benih udang dan pakan sehingga petambak dapat segera memulai siklus budidaya.

Andy mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya rehabilitasi fisik, tetapi juga dari keberlanjutan usaha masyarakat.

Untuk itu, KKP akan menugaskan penyuluh perikanan bersama dinas terkait melakukan pendampingan intensif kepada petambak.

"Kami ingin memastikan kegiatan budidaya berjalan dengan baik hingga masyarakat bisa panen dan memperoleh pendapatan," katanya.

Berdasarkan perhitungan KKP, setiap hektare tambak diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 600 kilogram udang per siklus budidaya. Dengan asumsi harga jual rata-rata Rp50 ribu per kilogram, petambak berpotensi memperoleh omzet sekitar Rp30 juta dalam satu siklus tiga bulan.

Setelah dikurangi biaya produksi yang diperkirakan sekitar Rp15 juta, masyarakat masih memiliki peluang memperoleh keuntungan yang dinilai cukup untuk menggerakkan kembali perekonomian keluarga.

Andy menegaskan seluruh bantuan diberikan tanpa dipungut biaya.

"Kami pastikan tidak ada pungutan apa pun dalam program ini. Fokus kami adalah memberdayakan masyarakat agar benar-benar pulih, kembali bekerja, dan mengoperasikan tambaknya," ujarnya.

Ia menambahkan percepatan pemulihan tersebut mendapat dukungan Komisi IV DPR RI, termasuk melalui refocusing anggaran KKP, sehingga program dapat dijalankan tanpa menunggu pencairan anggaran rehabilitasi yang masih berproses.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut