get app
inews
Aa Text
Read Next : RSUDYA Tapaktuan Minta Maaf, Gangguan Pelayanan Dipicu Kendala Server SIMRS

Pendonor Darah Keluhkan Tak Dapat Puding di UTD RSUDYA Tapaktuan, Rumah Sakit Akui Sempat Terkendala

Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:32 WIB
header img
Pendonor Darah Keluhkan Tak Dapat Puding di UTD RSUDYA Tapaktuan, Rumah Sakit Akui Sempat Terkendala Stok.(Foto : Istimewa).

ACEH SELATAN,iNewsPortalAceh.id – Pelayanan di Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. H. Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan kembali menjadi sorotan setelah seorang pendonor darah sukarela mengaku tidak menerima makanan tambahan berupa puding usai mendonorkan darahnya.

Pendonor yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan itu mengatakan dirinya melakukan donor darah pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 12.15 WIB.

Sebelumnya, ia juga tercatat telah mendonorkan darah bergolongan B positif pada 30 Mei 2026.

Menurutnya, para pendonor datang atas dasar kepedulian kemanusiaan, bukan untuk memperoleh imbalan. Namun, pemberian makanan tambahan yang selama ini menjadi bagian dari pelayanan dinilai memiliki makna penting sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang secara sukarela menyumbangkan darahnya.

"Kami donor darah bukan karena mengharapkan hadiah atau bayaran. Tapi biasanya setelah donor diberikan puding. Nilainya memang kecil, tetapi itu bentuk perhatian dan penyemangat agar masyarakat mau rutin mendonor," ujarnya kepada wartawan , Rabu (5/8/2026).

Keluhan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi pelayanan di UTD RSUDYA. Pasalnya, fasilitas pendukung bagi pendonor seharusnya menjadi bagian dari standar pelayanan untuk menjaga kenyamanan sekaligus mendorong meningkatnya jumlah pendonor sukarela.

Menanggapi hal itu, Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat dan Pemasaran RSUD dr. H. Yuliddin Away, Ns. Hendra Liyusman, S.Kep., M.K.M., membenarkan bahwa program pemberian makanan tambahan bagi pendonor masih tetap berlaku dan tidak dihentikan.

Menurut Hendra, tidak diberikannya puding kepada sebagian pendonor terjadi karena adanya kekosongan stok bahan baku, bukan karena anggaran program telah dihapus.

Editor : Jamaluddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut