Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Mendagri untuk mendapatkan perkembangan langsung mengenai kondisi kesehatan Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud menyampaikan bahwa rangkaian pengobatan yang dijalaninya hampir selesai dan saat ini telah memasuki fase pemulihan.
Apabila proses pemulihan berjalan sesuai rencana, Wali Nanggroe diperkirakan dapat kembali ke Aceh pada awal September 2026.
Bagi pemerintah, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatan Wali Nanggroe, tetapi juga memperkuat komunikasi dan hubungan persaudaraan antara pemerintah pusat dan masyarakat Aceh.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri sekaligus Kepala Posko Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA, mengatakan perhatian Presiden dan kunjungan Mendagri memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Aceh.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
