Tanpa Melihat Dunia, Bocah 8 Tahun Tunanetra Asal Aceh Terangi Panggung MTQ Lewat Lantunan Alquran
Proses belajar itu juga dibantu menggunakan perangkat murattal Al-Qur'an yang memudahkannya mengenali setiap ayat melalui pendengaran.
"Dia mendengar terus-menerus, lalu menghafalnya. Alhamdulillah, semangatnya sangat tinggi," ujar sang ayah.
Keterbatasan penglihatan ternyata tidak mampu membatasi kecintaan Lutfi terhadap Al-Qur'an.
Dengan penuh percaya diri, ia berdiri di hadapan ratusan peserta, dewan juri, dan tamu undangan untuk melantunkan ayat demi ayat yang telah dihafalnya.
Penampilannya menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam rangkaian kegiatan HUT ke-19 Pidie Jaya. Banyak peserta dan pengunjung yang mengaku terinspirasi oleh keteguhan hati bocah tersebut.
Di saat banyak anak seusianya menghabiskan waktu dengan permainan dan gawai, Lutfi justru mengisi hari-harinya dengan mendengarkan, menghafal, dan mencintai Al-Qur'an.
Prestasi yang diraihnya bukan sekadar kemenangan dalam sebuah perlombaan, melainkan kemenangan atas berbagai keterbatasan yang selama ini dihadapinya.
Momentum penghargaan yang diterima Lutfi terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram.
Nilai-nilai hijrah yang identik dengan perjuangan, perubahan, dan keteguhan hati seolah tercermin dalam perjalanan hidup bocah kecil tersebut.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Muhammad Lutfi.
Kisahnya dinilai menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai Al-Qur'an, memperkuat karakter, serta tidak menyerah menghadapi berbagai keterbatasan.
Di balik sorotan panggung dan penghargaan yang diterimanya, Muhammad Lutfi telah memberikan pelajaran berharga kepada banyak orang: bahwa cahaya Al-Qur'an dapat menerangi jalan siapa saja, bahkan mereka yang tidak dapat melihat dunia dengan mata.
Editor: Jamaluddin