Safaruddin mengatakan, persoalan stunting tidak cukup ditangani hanya dengan melihat aspek pemenuhan gizi. Kondisi ekonomi keluarga, pola pengasuhan, serta faktor sosial lainnya juga perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut mengedepankan edukasi yang menyeluruh dan mudah dipahami masyarakat, termasuk ketika menyampaikan informasi mengenai dampak pernikahan dini.
“Dalam melakukan sosialisasi, pendekatan kepada masyarakat harus dilakukan dengan baik. Edukasi perlu disesuaikan dengan kearifan lokal agar masyarakat dapat memahami persoalan dan langkah-langkah yang harus dilakukan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0110 Aceh Barat Daya, DPMPPPP Aceh Barat Daya, serta seluruh unsur yang mendukung pelaksanaan program TNI Manunggal KB Kesehatan.
Editor : Jamaluddin
Artikel Terkait
